KORAN PENDIDIKAN™ - Bernalar & Berhati Nurani
Rubrik : Dialog
Membangun Komunikasi Efektif Melalui KIM
2008-01-21 05:09:19 - by : redaksi
Drs Syamsul Huda, Usia wilayah Batu dengan status pemerintahan kota, genap berjalan lima tahun. Salah satu tugas awal yang diemban oleh pemerintah nya adalah mendesain arus komunikasi yang efektif dengan segenap lapisan masyarakat. Hal ini penting agar visi, misi, dan program pembangunan bisa saling dipahami, terlebih lagi bisa memberikan manfaat bagi semua pihak, tanpa ada yang harus dikorbankan.

Semakin baik kualitas komunikasi yang terjalin tentu hubungan antar pihak juga bisa semakin baik. Cita-cita untuk mewujudkan Batu sebagai Kota Agropolitan, wisata dengan struktur masyarakat madani pun bisa terselenggara dengan maksimal. Fungsi untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat ini, di Kota Batu dipegang sepenuhnya oleh Dinas Informasi Komunikasi dan Perpustakaan.

Berikut penuturan Kepala Dinas Infokompus Kota Batu ini, terkait dengan desain pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, kepada Eko Martina Srimulyaningsih dan fotografer Hayu Yudha Prabawa dari KORAN PENDIDIKAN.


Sedikit membincang tentang tugas pokok dan fungsi dari Dinas Infokumpus, apa yang menjadi hal utamanya?

Membidangi informasi dan komunikasi, tentunya lebih fokus pada upaya membangun hubungan kimunikasi yang baik dan efektif dengan masyarakat, serta membangun program penyerapan informasi dari masyarakat. Sebagai kota yang memang baru merintis perjalanan untuk menuju kemajuan di masa mendatang, bangunan komunikasi dengan masyarakat ini penting agar mereka menyampaikan pendapat yang dimiliki untuk disampaikan kepada pemerintah. Sebaliknya, pendapat-pendapat dari masyarakat tersebut akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan.


Gambaran hasil komunikasi seperti apa yang terbangun antara pemerintah dan masyarakat itu?

Kebutuhan komunikasi pemerintah itu terkait dengan sosialisasi semua kebijakan yang sudah dibuat kepada semua unit kerja dan juga masyarakat. Juga untuk memberikan informasi tentang segala program kerja dan hasil-hasil pembangunan yang sudah dicapai. Sementara kebutuhan masyarakat, terkait dengan segala bentuk respon atas kebijakan pemerintah, juga pengawasan pada setiap pelaksanaan pembangunan.


Untuk saat ini, apa saja sarana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang dilakukan oleh Dinas infokompus?

Hampir semua bentuk media yang potensial sebagai alat sosialisasi, kami manfaatkan. Mulai dari media cetak, media elektronik, sampai media online. Pada prinsipnya, kami menyiapkan informasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat dan dapat diakses semudah-mudahnya. Media cetak ini selain media massa terbitan lokal maupun nasional, juga berupa bentuk cetakan yang lain, seperti buletin atau buku. Saat ini yang sedang dalam penggarapan, buku tentang profil Kota Batu. Sementara media elektronik, kami memaksimalkan keberadaan ATV (Agropolitan Televisi), radio (Agropolitan FM), website Pemerintah Kota Batu, touch screen dan perpustakaan. Melalui sarana-sarana tersebut masyarakat bisa memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai hal. Mulai dari yang ada di Kota Batu hingga menambah wawasan untuk bersama-sama membangun Kota Batu. Untuk lebih memudahkan masyarakat, baik warga Batu maupun luar kota, sudah didesain perangkat touchscreen dibeberapa titik. Saat ini memang baru ada di ruang sekretaris daerah, di Dinas Infokompus dan di ATV. Tetapi pada tahun ini, perangkat touchscreen ini akan dibangun di pusat-pusat berkumpulnya masyarakat. Seperti alun-alun, terminal dan juga hotel.


Jadi, bisa dikatakan sajian informasi tersebut juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Batu?

Ya, tentu saja begitu. Tanpa informasi yang cukup, masyarakat juga belum bisa menentukan sesuatu yang dapat dilakukan untuk kota ini. Maka kami dari Dinas Infokompus membantu untuk memfasilitasinya, termasuk juga dalam membentuk komunitas-komunitas dalam masyarakat. Komunitas juga memiliki peran untuk memberikan bekal ilmu kepada masyarakat, misalnya keterampilan yang dapat dikembangkan untuk untuk meningkatkan kualitas diri dan turut membangun kota.

Komunitas seperti apa yang sudah berjalan di masyarakat Kota Batu ini?

Saat ini kami sedang melakukan perintisan dan pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Sebagian besar masyarakat desa sudah membentuk kelompok tersebut. Ada 20 desa yang sudah memiliki KIM ini. Melalui komunitas inilah kami berharap dapat menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat dengan memberikan bekal dalam menjalankan usaha yang belum maupun sudah mereka miliki seperti budidaya tanaman dan beternak. Setiap masyarakat bisa memberikan ide, gagasan dan kritiknya terhadap segala bentuk kebijakan dan program pemerintah.


Apa yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan KIM ini?

Bisa dibilang KIM ini merupakan agen yang paling bawah dan langsung ada di masyarakat. Secara rutin KIM ini melakukan pembahasan terkait dengan kinerja pemerintahan, dan menyampaikan uneg-uneg nya. Hasilnya akan dijembatani oleh humas untuk disampaikan pada pemerintah. Model KIM di Kota Batu ini tengah menjadi percontohan tingkat propinsi.


Kenapa model KIM ini bisa aktif di Kota Batu?

Saya fikir karena jumlah desanya tidak banyak dan lokasi antar desa itu tidak terlalu jauh. Sehingga aktivitas KIM ini bisa maksimal.


Cukup berat juga untuk dapat merangkul seluruh masyarakat. Apakah juga ada kiat-kiat lain untuk mempermudah kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat tersebut?

Kami tidak berusaha sendiri dalam hal ini. Kami juga bekerjasama dengan dinas-dinas lain yang terkait, juga dengan instansi di luar pemerintahan kami. Intinya kami hanya ingin menekankan bahwa masyarakat adalah mitra bagi pemerintah. Dan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat, kami sebagai support terhadap program-program pemerintah dengan membekali ilmu dan membentuk organisasi atau komunitas yang dapat memperlancar hubungan masyarakat dengan pemerintah. Itu saja.


Lalu, bagaimana dengan peran perpustakaan sendiri?

Melalui perpustakaan kami menyediakan berbagai macam buku umum untuk menambah wawasan masyarakat dan mengajak masyarakat untuk gemar membaca. Siapapun, masyarakat dari seluruh kalangan dapat memanfaatkan perpustakaan tersebut sebagai tempat menimba ilmu dan informasi sebanyak-banyaknya. Harapan kami dengan gemar membaca akan terbentuk masyarakat yang terpelajar sehingga perekonomian kota juga akan meningkat.


Apakah itu bisa dikatakan sebagai support Infokom dalam bidang pendidikan?

Ya, karena ini juga upaya untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas. Di perpustakaan kota ini mereka bisa mendapatkan informasi dan wawasan dengan lebih banyak. Rencananya juga akan disediakan cyber library (perpustakaan maya) untuk mempermudah akses informasi, juga bisa memanfaatkan perpustakaan nasional dan internasional lewat internet. Selain itu, didukung dengan adanya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang bisa dimanfaatkan masyarakat yang mengalami kesulitan akses ke kota. Jadi, masyarakat di daerah pun dapat menikmati fasilitas perpustakaan.


Dengan berbagai sarana dan kemudahan akses informasi yang ada, apa yang menjadi target untuk Kota Batu?

Melalui sarana informasi dan kmunikasi yang ada, diharapkan dapat memperkenalkan kepada masyarakat baik di daerah maupun di luar Kota Batu tentang keberadaan Kota Batu. Hal ini juga yang nantinya akan mendukung terbinanya mitra dengan daerah-daerah lain. Oleh karenanya, kami berusaha selalu mengekspose kegiatan-kegiatan dan kondisi di Kota Batu melalui media-media yang telah tersedia.


Untuk yang terakhir, adakah yang harus dipersipakan untuk mewujudkan visi dan misi Kota Batu kedepannya?

Ya, mulai saat ini sedang dirintis sistem-sistem dalam pemerintahan Kota Batu, termasuk pemebrdayaan dalam masyarakat sendiri. Hal inilah yang harus dimanage dengan sebaik-baiknya untuk mempersipakan SDM di Kota Batu untuk membangun Kota Batu agar lebih cepat maju. (*)



BIODATA


Nama : Drs Syamsul Huda

Lahir : Lamongan, 28 Agustus 1956

Alamat : Jl Mustari No 13 Batu

Pendidikan : 1970 – SD Negeri Karangbinangun Lamongan

: 1973 – MTs Ihyaul Ulum Gresik

: 1976 – MA Ihyaul Ulum Gresik

: 1981 – IAIN Malang

Karir : 1982 – 1995 Guru SMA Negeri 1 Batu

Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Batu

: 1995 – 2001 Penanggungjawab Komputerisasi Ebtanas

Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jatim

: 2002 Kabid Litbang Bapeda Batu

: 2003 – kini Kepala Dinas Informasi Komunikasi dan Perpustakaan Kota Batu

Istri : Maimunah

Anak : One Yusril Fikar

: Ifrizal Sani

KORAN PENDIDIKAN™ - Bernalar & Berhati Nurani : http://www.koranpendidikan.com
Versi Online : http://www.koranpendidikan.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=115