Kategori : cerpen
Kamis, 11 Desember 2008 22:08:03 - Oleh : redaksi
Selamat Jalan, Ayah…
M. Ilham A. T. (*)Sore itu Akbar tampak tergesa-gesa, Ia sedang beres-beres karena Akbar harus segera pergi ke pondok pada malam harinya. Ketika Akbar sedang beres-beres, Ayahnya memangil, “Akbar, bukain pintu, kayaknya ada tamu,” lanjut ayahnya yang menderita sakit jantung dan diabetes. ”Iya, Yah, sebentar,” jawab Akbar. Setelah dilihat oleh Akbar, ternyata tak ada satu pun orang yang datang. Lalu Akbar berkata pada Ayahnya, ”Tak ada o...
Senin, 1 Desember 2008 03:46:34 - Oleh : redaksi
MENGINGATMU
Nur Indayati (*)Kupandangi tetes-tetes hujan yang membasahi hamparan rumput, siang ini. Setahun sudah berlalu setelah pertemuanku denganmu yang terakhir, tapi ingatanku untuk sosokmu tetap sesegar rumput yang terus basah disiram hujan. Hari itu, hampir 12 jam kulewatkan bersamamu, mendengarkan semua cerita lalumu ditingkahi bumbu-bumbu joke-mu yang sering gak nyambung, tak kurasakan kebosanan. Bibirku lantas tersenyum begitu saja mengingat akan h...
Rabu, 26 November 2008 05:03:00 - Oleh : redaksi
Untuknya yang Kini Pergi
26 Juni 2008Pagi masih mengembun, malam masih engan meninggalkan singgasananya, kuamatititik-titik embun di permukaan daun-daun melati di bawah jendela kamarku, beningseperti kristal. Jika ada surya pasti wajahku dengan mata sembab karena semalamanmenangis, terpampang disitu.Hatiku mulai terenyuh saat sekilas teringat seseorang yang baru saja pergi dariku.Tak sadar beberapa butiran air mata mulai menetes lagi dari mataku.Kulihat jam dinding kamar...
Selasa, 18 November 2008 05:55:22 - Oleh : redaksi
Saat itu Kau Merampasnya Dariku, Tuan
Matahari tampak menyapaku dari balik ventilasi kamar. Sinarnya melambai membangunkan tidur lelapku. Mataku yang tampak segaris pun mulai ingin menyembunyikan kelopaknya. Aku terbangun, melihat ke arah datangnya suara jam yang berdering, menggeser sedikit arah tubuhku dengan suaraku yang memanja. Tangan kananku beranjak mengambil jam yang terus berdering nyaring dan segera menekan tombol off agar suara itu berhenti.Aku mulai mencoba menegakk...
Selasa, 11 November 2008 04:54:12 - Oleh : redaksi
Minder No! PeDe Yes!
Vivi Meidina Amalia )*Di siang hari yang panas, pelajaran Seni Budaya dimulai. Suasana hening terasa. Pak Tonto, Guru Seni Budaya yang terkenal cool itu memberikan materi layaknya hari-hari biasa, namun ada yang sedikit berbeda, beliau memberi materi untuk drama minggu depan. Aku dan teman-teman bak anak ayam kehilangan induk, sudah sibuk memilih kelompok dan merencanakan judul apa yang tepat untuk pementasan drama minggu depan. Satu minggu berse...
Senin, 3 November 2008 23:06:41 - Oleh : redaksi
Cinta (memang) Laksana Serpihan Salju…
Meskipun bukanlah yang paling cantik di sekolah, Ghea termasuk cewek yang cakep. Boleh dibilang, “the best ten”. Ghea selalu menyadari bahwa setiap dia melangkah para cowok selalu memperhatikannya. Itu artinya, Ghea ditaksir banyak cowok cakep. Dan anehnya Ghea tidak terlalu tertarik kecuali pada seorang cowok yang lumayan tidak cakep (bahkan menurut bisik – bisik para cewek dia sama sekali tidak tampan) tetapi sangat cerdas. Namanya Dindo....
Senin, 27 Oktober 2008 02:27:13 - Oleh : redaksi
Ulang Tahun dan Orang Tanpa Kaki
Di sebuah malam yang sepi dengan aroma wewangian dupa untuk pemujaan, ketika itu beberapa burung gagak melintas di hadapanku. Gagak yang memilukan hati. Aku pun terdiam sejenak sebelum hembusan angin yang dingin dengan hawa penuh amarah dendam mengagetkanku dan membangunkanku dari lamunanku. Aku terus berjalan melewati koridor-koridor lantai tiga sebuah asrama tua. Kuletakkan sepasang sepatu yang sudah kusam di sebuah loker yang bernamakan ...
Selasa, 14 Oktober 2008 07:52:54 - Oleh : redaksi
Perempuan yang Termenung di Depan Gerbang Sekolah
Naia membanting kesal buku hariannya. Tertelungkup penuh amarah lalu merebahkan badannya, menatap langit-langit sesaat. Di luar, angin malam berhembus ringan, menyusup di celah-celah jendela kamar Naia, seakan berbisik menggodanya, kamu akan kalah karena cinta. Padahal cinta itu konyol dan merupakan pembodohan. Suatu saat cinta akan menjatuhkanmu hingga rata dengan lantai sekolah. Percayalah!Naia segera keluar. Menuju balkon kamarnya. Ternyata ma...
Senin, 6 Oktober 2008 08:49:48 - Oleh : redaksi
Aku Mengerti jika Aku Wanita, Kekasihku
Aku terbangun keesokan harinya karena suara Mama mulai meninggi memanggil namaku. Saat itu matahari pun belum ingin menampakkan dirinya. Aku terbangun dengan mata sedikit tak ikhlas karena rasa kantuk yang menghinggap. Aku pun dengan malas mulai mengokohkan posisi dudukku di atas kasur. Pagi ini aku sepeti tak bertanggung jawab atas lagu indah yang aku lantunkan semalaman dengan berkeliling bersama warga perumahanku, sekarang malah aku sendiri ya...
Kamis, 25 September 2008 07:56:11 - Oleh : redaksi
Cinta dan Nenek Tua
Di sebuah desa, hiduplah seorang ibu tua yang bernama Ibu Sumi. Ia mempunyai anak perempuan yang bernama Cinta. Cinta adalah seorang gadis yang cantik jelita. Setiap hari Cinta membantu ibunya di warung, karena pekerjaan ibunya adalah berjualan nasi goreng. Cinta tidak melanjutkan sekolah ke SMA karena ibunya tidak mampu membiayai. Suami Bu Sumi telah meninggal empat tahun yang lalu. Setelah kejadian itu, Cinta dan Ibunya menjadi penjual nasi gor...
