headerphoto

Kategori : cerpen

jatuh bangun sang pemimpi

gambar
JATUH BANGUN SANG PEMIMPI Sore itu, rintik hujan membasahi pemakaman umum di mana ayahku dimakamkan. Tak terasa sudah 1 bulan ayah telah tiada, teringat pesan terakhir ayah padaku. “Dinda, kamu adalah anak yang paling ayah banggakan jadilah yang teraik di manapun kamu berada nak, uhuk .. uhuk….” Kata ayah dengan terbatuk-batuk akibat penyakit TBC yang telah meradang selama 3 tahun. Karena itu juga aku dan igu harus bekerja sekedar membua...

Aku, Kau, dan Dia (6 - SELESAI )

gambar
Sambungan edisi sebelumnyaSesampainya di rumah badanku rasanya terasa agak dingin jadi besoknya aku pergi ke puskesmas untuk berobat (tanpa sepengetahuan orang tuaku). Kata dokter aku cuman sakit panas biasa dan mungkin besok akan sembuh. Ternyata benar kata dokter besoknya aku sembuh dan dapat bersenang-senang kembali. Tak beberapa lama kemudian Beggi datang ke rumahku pertamanya sih hanya sekedar untuk main-main biasa akan tetapi karena alasan ...

Aku, Kau, dan Dia (5)

gambar
(sambungan edisi sebelumnya)Akhirnya datang juga hari yang menentukan masa depan kami. Pelajaran yang diujikan masih sama dengan pelajaran yang dipakai di UAS. Hari pertama sampai dengan hari ke empat semuanya kulalui dengan mudahnya, berkat siapa lagi kalau bukan berkat Nicky gitu bo’.  Aku sedang berdandan untuk pesta kelulusan di sekolah yang diadakan pagi ini tepatnya pukul 07.30. Oh ya, saudara juga boleh ikut lho maka itu kuajak Nick...

Aku, Kau, dan Dia (4)

gambar
Lanjutan dari edisi sebelumnya…Hari dimana Dhika nembak aku telah berlalu. Dan aku telah berjanji kepadanya kalau aku akan memberikan jawaban dari pertanyaannya sekarang pulang sekolah. Dan akhirnya waktu yang akan membuat jantungku berdekup kencang dimulai.Bel pulang sekolah telah berdentang dan Dhika telah menungguku di balik pintu kelasku lima menit sebelum bel sekolah usai. Aku tetap terdiam di bangkuku sampai semua teman-temanku pergi. Set...

Aku, Kau, dan Dia (3)

gambar
Lanjutan dari edisi sebelumnya …Semester 1 akan segera habis karena kami semua telah menjalani UAS dan hari ini adalah pembagian hasil dari kerja keras kami di semester 1 dan itu telah membuat jantung ku berdegup lebih kencang dari biasanya tak tahu ini pertanda aku akan mendapat rangking lebih baik atau lbih buruk dari sebelumnya. “Ibu Delly,” panggil salah seorang guru kepada ibuku yang sedang membagikan rapot untuk kelas IX. Setelah ibuk...

Aku, Kau, dan Dia (2)

gambar
Selly Anggraeni *Lanjutan edisi sebelumnya..Suara bising dari sebuah tempat yang terdapat di tengah kota telah sukses memecah keheningan, termasuk suaraku. Kecuali Beggi, karena Beggi terlalu sibuk dengan rumus-rumus yang dibawanya ke alam mimpi. “Hei, Beggi cepat bangun dan lihat nich aku udah nemuin teman chating-ku lho,” teriakku membangunkan Beggi. Saat itu juga Beggi terbangun dan mengintrospeksiku tentang teman baruku itu. Para pembaca ...

Aku, Kau, dan Dia

gambar
Selly Anggraeni *Hari ini aku menyongsong langkah kaki kecilku ke sebuah tempat yang teramat tak terasa asing lagi bagiku. Tempat dimana aku dapat bertemu, bersenang-senang dan belajar bersama dengan teman-temanku. Sekolah, iya namanya Sekolah tempat dimana aku dapat melakukan kegiatan yang kusebutkan seperti tadi. Oh ya, satu hal lagi yang belun aku sebutkan, yaitu bertemu dengan para fans yaitu para guru yang selalu sabar memarahiku setiap deti...

Pastel Bunda di Kantin Sekolah

gambar
Ghea Safferina Adany (*)Ani masih seakan tak percaya. Gadis itu menatap nanar kotak kue besar di hadapannya yang berisi pastel isi mie yang telah ditata rapi memenuhi kotak plastik berwarna kabut tersebut. Ini sebenarnya jenis kue kesukaannya namun kali ini bukan untuk dia makan.“Segera berangkat Nak, nanti kamu telat,” Ujar Ibunya langsung sambil memasukkan kotak kue itu dalam tas plastik hitam.“Iya Bu! Ini Ani juga sudah mau berangkat,”...

Perempuan itu Ternyata Kamu

gambar
Yanni F, pelajar kelas VIII E SMPN 07 Malang”Aku kenalin sama Tita, mau?”Bobbi hanya menengok sebentar dan membagi senyum yang sekejap pula, lantas, kembali asyik dengan spidol berwarna merahnya untuk menandai bagan-bagian tertentu di buku yang tengah dibacanya.”Tita sendiri sudah siap!” Della merebut spidol itu dan melemparkannya ke dalam laci meja yang terbuka dengan gemas.”Siap gimana?””Ya siap kenalan sama kamu yang jelek ini! T...

Lelaki yang Tertulis Pada Sekuntum Puisi

gambar
Rahayu Khalifatulloh (*) Lanjutanedisi sebelumnya … "Aku jatuh cinta sama puisi Nihla," kata Adrian pada suatu saat. Ia merasa kagum pada puisi-puisi Nihla yang selama ini ia baca dari laptop Cleo. Cleo yang sedang meneguk minuman pun tersedak. "Nggak salah denger?" tanya Cleo mencoba meyakinkan. "Aku serius.Aku benar-benar jatuh cinta sama yang buat puisi ini. Aku ingin ketemu sama Nihla!" jawab Adrian serius. Cleo terdiam sesaat. "Kamu belum...
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | Next » | »»»